LPTQ Jawa Timur-Prestasi membanggakan kembali diukir oleh kafilah asal Jawa Timur di kancah global. Fehima Najaha Asy-Syarifah, seorang santriwati berbakat dari Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir, Jombang, resmi dipercaya untuk mengibarkan bendera Merah Putih dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional Raja Abdul Aziz ke-46.
Kompetisi bergengsi tingkat dunia ini diselenggarakan di Masjidil Haram, Arab Saudi, dan berlangsung pada 6–20 Agustus 2026. Fehima akan turun di cabang Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ) 15 Juz Putri, bersaing dengan para hafizah terbaik dari berbagai negara di seluruh belahan dunia.
Buah Manis Pembinaan Berjenjang LPTQ Jatim
Kepala Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Timur, Muhammad Isa, menyampaikan bahwa terpilihnya Fehima merupakan manifestasi nyata dari ekosistem pembinaan Al-Qur'an yang solid, terstruktur, dan berjenjang di Jawa Timur. LPTQ Jatim bersama para dewan pembina dan institusi pendidikan Al-Qur'an setempat terus konsisten mengawal potensi para bibit unggul daerah.
"Penunjukan ini adalah hasil dari pembinaan berjenjang yang konsisten antara LPTQ, para pembina, serta lembaga pendidikan Al-Qur'an di Jawa Timur dalam melahirkan talenta-talenta qari' dan hafiz berkualitas," ujar Muhammad Isa.
Rekam Jejak Prestasi Gemilang
Kepercayaan yang diemban oleh Fehima tentu bukan tanpa alasan. Remaja putri berprestasi ini memiliki rekam jejak mentereng di tingkat nasional.
Sebelum melangkah ke panggung internasional di Makkah, Fehima sukses menyabet Juara I Hafalan Al-Qur'an 20 Juz Putri pada ajang Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, saat memperkuat kontingen Jawa Timur.
Berbekal pengalaman dan mental bertanding yang matang dari ajang nasional tersebut, LPTQ Jawa Timur optimis Fehima mampu tampil optimal, tenang, serta memberikan performa terbaiknya di hadapan para dewan juri internasional.
Apresiasi Penuh dari Pemerintah dan Masyarakat
Kabar penunjukan ini disambut antusias dan rasa syukur yang mendalam oleh Pemerintah Kabupaten Jombang serta masyarakat luas. Keikutsertaan Fehima tidak hanya menjadi kehormatan bagi almamater dan daerah asalnya, tetapi juga menjadi torehan sejarah penting bagi diplomasi prestasi qari-qariah Indonesia di kancah internasional.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung utama pencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tangguh, kompetitif, dan mampu mengharumkan nama bangsa hingga kancah global.

إرسال تعليق